Tari kidang
secara umum adalah kesenian rakyat yang menggambarkan suasana perburuan. Dalam tarian tersebut pemburu menggunakan jamparing dan gondewah (busur dan anak panah).
Tari kidang memberi sindiran kepada seorang tokoh yang bergelar: Kidang Pananjung, Kidang Kancana, dan Kidang Soka (Sokawayana). Pemburu yang menggunakan jamparing dan gondewah (busur-anak panah) merujuk kepada seorang tokoh yaitu: Ki Ageng Pamanah Rasa, nuansa ini diabadikan oleh para leluhur di dalam tarian ini tidak lain untuk mengingat tokoh Kidang Kancana yang sangat halus budinya, santun perilakunya, tegas dan tajam dalam memberi keputusan dan pernyataan (twah), yang kemudian dijadikan contoh didalam kehidupan bermasyarakat.
Biasanya tarian kijang ini di pentaskan untuk acara Ritual Pernikahan, Khitanan, 7 bulanan, Seren Taun, panen dan berbagai ritual lainnya. Kemudian tarian ini di kenal oleh masyarakat. Terutama Sunda Besar. Tarian ini awalnya memang masih sakral. Tapi sekarang sudah banyak di pentaskan untuk acara hiburan. Oleh karena itu, banyak orang yang mengetahui tentang tarian ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar