Gerakan tari Jaipong sebetulnya sangat sederhana karena hanya terbagi menjadi 4 ragam gerakan, yaitu gerak bukaan, gerak pencungan, gerak ngala, dan gerak mincit. Gerakan Bukaan adalah gerak yang mengawali tarian. Penari memulainya dengan memutari panggung sembari memainkan selendang yang disampirkan di lehernya.
Gerakan Pencungan adalah ragam gerakan cepat dalam tarian yang diiringi oleh musik dengan tempo cepat. Gerakan Ngala adalah ragam gerakan patah-patah atau gerak yang memiliki suatu titik pemberhentian sebelum pemain melakukan gerakan lain yang dilakukan dengan cepat. Gerakan Mincit adalah gerakan perpindahan dari satu gerak ke gerak lain yang dilakukan setelah gerakan ngala.
Iringan Tari Tari jaipong ini dipentaskan dengan iringan musik bernama Degung. Musik ini adalah orkestra dari kumpulan beragam alat musik tradisional seperti Kendang, Gong, Kecapi, Saron, dan lain sebagainya. Salah satu ciri khas yang sangat kental dari tari jaipong terletak pada iringan musiknya yang menghentak dari bunyi kendang. Bunyi kendang sendiri sering kali menjadi bunyi yang selaras dengan gerakan penari jaipong.
Setting Panggung Tari jaipong kerap dibawakan oleh satu orang penari saja. Hanya saja berdasarkan aturan yang dibuat penciptanya, tarian ini akan lebih baik bila dimainkan oleh jumlah penari yang ganjil, bisa tiga atau lima. Ke semua penari utama adalah para wanita, bisa gadis maupun yang sudah berkeluarga. Yang jelas dalam pertunjukannya, terutama para pria berhak untuk ikut menari asalkan membayar sejumlah uang sebagai hadiah atau saweran bagi para penari wanita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar